Laman

Senin, 18 April 2011

STAFF MEETING PUSKESMAS PEBAYURAN

Pada Hari Senin Tanggal 18 April 2011 tepatnya jam 01.00 wib dilaksanakan staff meeting Puskesmas Pebayuran  yang bertempat di Aula pertemuan Lantai II Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Dengan diawali pembacaan Basmallah Acara staff meeting dibuka oleh Bpk Jaenudin selaku moderator kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi dari Pelaksana Program Sanitasi yaitu tentang Sosialisasi STBM (Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat) yang disampaikan oleh Bpk Koji selaku pelaksana Program Sanitasi dengan mempersiapkan dan mengagendakan kegiatan tersebut dan selanjutnya disusul laporan hasil pencapaian Imunisasi oleh pelaksana Program imunisasi Bpk Dadang dengan gambaran hasil pencapaian imunisasi sudah mencapai target yang diharapkan oleh puskesmas kemudian acara dilanjutkan dengan penyampian laporan dan informasi dari Bpk Uci Sanusi tentang Pelayanan Kesehatan Mata yaitu kegiatan operasi katarak jumlah pasien yang mendaftar dan sejumlah ketentuan dan persyaratannya kemudian yang terakhir dari staff adalah dari bendahara puskesmas agar semuah staff dan program mendukung kelancaraan pelaksanaan pelaporan bendahara sesuai dengan yang telah direncanakan.
Kemudian acara dilanjutkan oleh Kepala Puskesmas Pebayuran dengan menyampaikan beberapa bahasan dan informasi diantaranya tentang paska kunjungan Bpk Bupati, rencana kedepan program gizi, pembuatan dufak, disiplin kerja dan usulan penggantian pemegang program serta kekompakan dalam bekerja. Lalu acara ditutup dengan doa oleh Asep Hs dan diakhiri dengan saling berjabat-tangan..

Jumat, 08 April 2011

KUNJUNGAN KERJA BUPATI KAB. BEKASI KE PUSKESMAS PEBAYURAN


  SEKILAS  KUNJUNGAN KERJA BUPATI KABUPATEN BEKASI 
DI PUSKESMAS PEBAYURAN KECAMATAN PEBAYURAN
KABUPATEN BEKASI, 1 APRIL 2011
Oleh : Jaenudin

I.     Pra Kunjungan Bupati Kabupaten Bekasi
Kegiatan kunjungan kerja Bpk. Bupati Kabupaten Bekasi , ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi, sangat di nantikan sekali oleh masyarakatnya, terutama masyarakat yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Pebayuran. Dalam rangka mensukseskan kunjungan Bpk. Bupati kami (Kepala Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayura Bpk Agus Setiabudi beserta Staf) menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan, misalnya kebersihan lingkungan Puskesmas baik di luar maupun dalam gedung, pemasangan poster-poster, menyiapkan tempat perawatan untuk pasien yang akan di beri bantuan dan santunan serta pemasangan spanduk.

II.   Kunjungan Bupati Kabupaten Bekasi  
Berkat Rahmat Allah SWT, pada hari Jum’at, tgl 1 April 2011 Pukul 10.00 WIB Bpk. Bupati Bekasi  tiba di Puskesmas Pebayuran, sebelumnya  para pejabat Pemda Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Eselon II, dan III  telah  hadir di Puskesmas Pebayuran adalah Sekretaris Daerah Pemda Bekasi didampingi beberapa  Pejabat lainnya, bahkan Bpk. Sekda meninjau ke ruangan-ruangan yang ada di Puskemas Pebayuran  hingga ke pekarangan bagian belakang tak luput dari pantauan beliau. Lahan Puskesmas Pebayuran seluas 3410 M2, sangat potensial dibangun untuk perluasan sarana kesehatan seperti Rumah Sakit, namun semua itu harus dibarengi dengan kebutuhan masyarakatnya” kata beliau. Setelah melihat-lihat ruangan, Bpk. Sekda  duduk  di ruang depan  berkumpul dengan pejabat lainnya.
Ditempat  terpisah Camat Kecamatan Pebayuran Bpk. Ujang Emid, S Sos , MM, Muspika Kecamatan, tokoh mayarakat, dan para pelajar berkumpul di perbatasan antara Kecamatan Pebayuran dengan Kedung waringin tepatnya di  Desa Bantar jaya,menyambut kedatangan Bpk. Bupati beserta rombongan, setelah di terima langsung menuju Puskesmas Pebayuran disana  sudah ada para Pejabat  Eselon II, III, Kepala SKPD  ( Kepala Dinas Kesehatan Bpk. dr. Ari Muharman B, Sp JP FIHA, Kepala UPTD,  Staf Puskesmas, Tokoh  Masyarakat serta Para Pengunjung Puskesmas. Sesampai di Puskesmas Pebayuran Bpk. Bupati langsung naik ke  lantai dua menemui pasien yang sudah disiapkan  menyambut kedatangannya, sesuai rencana akan diberikan bantuan dan santunan secara langsung dari Bpk. Bupati Bekasi.

Rabu, 30 Maret 2011

SOFTWARE PWSKIA KARTINI MEMPERMUDAH BIDAN TERHADAP SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KIA

Perkembangan teknologi tak dapat dibendung, hapir disegala bidang merambat memenuhi nadi-nadi  kegiatan  dan mau tidak mau kita semuah akan menghadapinya karena dengan perkembangan teknologi itu pula kita dapat memanfaatkannya untuk   mempermudah dan membantu pekerjaan kita. 
Begitu pula dengan perkembangan sistem pencatatan pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak karena kini sudah tersedia Software PWSKIA KARTINI terbaru atau versi 2 yang dapat terinstal dengan baik di OS Windows 7 dengan software ini dapat membantu petugas kesehatan dalam rangka menyusun sistem  pencatatan dan pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak di puskesmas terutama untuk bidan.
Oleh karena itu bidan-bidan di puskesmas terutama bidan desa alangkah baiknya mau meluangkan sedikit waktunya untuk belajar tentang teknologi terutama teknologi informatika yaitu komputer karena hal itu dapat mempermudah pekerjaanya dalam menyusun pelaporan dan pencatatan KIA nantinya.
Software PWSKIA KARINI kini sudah berkembang menjadi versi terbaru yaitu PWSKIA KARINI 2 dengan kemudahan penginstalannya karena hanya dengan sekali klik saja software dapat terinstal dengan baik dan juga dapat berjalan baik pada komputer dengan OS Windows 7. Software ini besarnya 172 MB hanya satu icon setup yang ada bila anda berminat silahkan unduh melalui link dibawah ini.

Kamis, 24 Maret 2011

KUNJUNGAN KABID PROMKES KAB. BEKASI

Tiba tepat pada waktu yang telah dijanjikan tertanggal 24 Maret 2011 dihari kamis yang cerah, Tim Pembinaan Jabatan Fungsional (Jabfung) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang kali pertama di pimpin langsung oleh Kabid Promkes Kab. Bekasi Dr. Marti dan rombongan datang suan ke Puskesmas Pebayuran pada jam 11.00 wib,  disambut dengan sapa hangat dan senyum sumeringah dari kepala Puskesmas Pebayuran Agus setiabudi dan didampingi Kasubagtu bu Walyati  mengawali kedatangan rombongan tersebut.
Acara kunjungan tersebut adalah bermaksud memberikan bimbingan dan pembinaan tentang jabatan fungsional (jabfung). Diawali dengan sambutan dari Kapus Pebayuran Kecamatan Pebayuran dengan menampilkan selayang pandang tetang profil puskesmas pebayuran, kegiatan-kegiatan rutin puskesmas dan situasi wilayah kerja serta tidak lupa pula memperkenalkan staff baru Puskesmas Pebayuran.
Selanjutnya acara dilanjutkan oleh Dr Marti dengan diawali oleh pemberikan pengarahan situasi saat ini,  memberikan informasi-informasi penting tetang perkembangan pelayanan kesehatan (www.healtpromotion.com) serta cerita-cerita menarik yang dapat memberikan memotivasi bekerja dibidang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. kemudian oleh Dr Marti pula melenjutkan dengan memberikan materi tentang jabatan fungsional di pelayanan kesehatan. Penyajian persentasi begitu menarik dan banyak mendapat respon dari staff puskesmas yang hadir pada saat itu. Dan acara diakhiri dengan doa oleh Rudiyanto lalu ramah tamah..
* Tentang Jabatan Fungsional

Sabtu, 12 Maret 2011

IMUNISASI PADA BAYI

Pemberian Imunisasi Pada Bayi

Pengertian
Imunologi ialah ilmu yang mempelajari molekul, sel, organ, dan sistem yang bertanggung jawab mengenali dan membuang benda asing (dari luar tubuh) serta cara tubuh manusia mempertahankan diri terhadap benda asing tersebut.

Imunisasi Bayi.
Ada dua jenis imunisasi bayi, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif dapat diperoleh melalui pajanan alami sebagai respon terhadap infeksi atau serangkaian infeksi alami atau didapat melalui suntikan antigen. Imunisasi aktif ini apabila telah diberikan akan bertahan selama bertahun-tahun (Bobak, 2005).

Pemberian Air Susu Ibu bisa membantu kekebalan tubuh bayi dari serangan penyakit yang berbahaya.
Imunisasi Wajib Program Pengembangan Imunisasi (PPI)

1)    Vaksin BCG
Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Vaksin BCG mengandung kuman BCG (Bacillus Calmette-Guerin) yang masih hidup. Jenis kuman TBC ini telah dilemahkan. Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai berumur 12 bulan, tetapi lebih baik pada umur 0-2 bulan. Imunisasi BCG cukup diberikan satu kali saja. Pada anak yang berusia lebih dari 2 bulan dianjurkan untuk uji Mantoux sebelum imunisasi BCG. Gunanya untuk mengetahui apakah ia telah terjangkit penyakit TBC. Dosis vaksin yang diberikan adalah 0.05 mL secara I.M pada muskulus deltoideus kanan atau pada paha kanan atas. Umumnya pada imunisasi BCG jarang dijumpai akibat samping. Mungkin terjadi pembengkakan kelanjar getah bening setempat yang terbatas dan biasanya menyembuh sendiri walaupun lambat (Markum A.H,1997)

Kamis, 10 Maret 2011

IMUNISASI PENCEGAH TUBERKULOSIS PARU

“Dok, anak saya dulu sudah pernah imunisasi BCG tapi kok sekarang kena penyakit paru-paru?”
Pertanyaan itu sering anda dengar. Umumnya orang tua yang mempunyai anak penderita TB heran, mengapa anaknya bisa terkena tuberculosis padahal sudah mendapat imunisasi BCG pada waktu masih bayi. Bahkan mereka jadi bertanya, apa manfaat imunisasi BCG? Kalau ternyata tidak bermanfaat dan tidak bisa melindungi anak dari penyakit TB, mengapa masih dianjurkan, bahkan diwajibkan oleh pemerintah? Baiklah, akan saya jelaskan sedikit yang saya ketahui tentang manfaat imunisasi BCG bagi anak.

Imunisasi BCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan (hepatitis B, DPT, polio, BCG, dan campak).  B berasal dari Bacillus (bakteri), C singkatan dari Calmette dan G singkatan dari Guerin. Calmette dan Guerin adalah 2 ilmuwan perancis yang mengembangkan vaksin BCG untuk melawan penyakit tuberculosis di awal abad 20.

Di Indonesia, imunisasi BCG wajib diberikan karena seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TB dan salah satu negara dengan penderita TB urutan ke-3  di dunia setelah India dan Cina. TB disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, berbicara, bernapas ataupun bersin.

Gejala klinis TB pada anak yang umum terjadi adalah demam yang tidak tinggi, berkisar 38 derajad Celcius, biasanya timbul sore hari, 2-3 kali seminggu. Gejala lain adalah penurunan nafsu makan, dan gangguan tumbuh kembang. Gejala batuk pada pasien TB anak tidaklah menonjol karena lesi primer TB paru pada anak umumnya terdapat di daerah parenkim yang tidak mempunyai reseptor batuk. Kalaupun terjadi, berarti limfadenitis regional sudah menekan bronkus dimana terdapat reseptor batuk. Batuk kronik pada anak lebih sering dikarenakan oleh asma. Masa inkubasi TB rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu.