Laman

Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2012

ASI TERBAIK BAGI BAYI

ASI
Air Susu Ibu mengandung semuah zat gizi yang diperlukan oleh bayi untyuk pertumbuhan dan perkembangan


Keuntungan Menyusui :
  • ASI mengandung zat gizi yang lengkap dan seimabng
  • ASI mudah dicerna dan diserap oleh bayi
  • ASI melindungi bayi dari penyakit
  • Menyusui membantu membentuk jalinan kasih sayang ibu dan bayi
  • Menyusui membantu menunda kehamilan
  • Menyusui mempercepat pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan
  • Menyusui menghemat biaya rumah tangga
  • Menyusui praktis karena dapat diberikan kapan saja
Inisiasi Menyusu Dini
Bayi yang baru dilahirkan, tidak perlu dimandikan. Segera dilekatkan di dada ibu untuk menyusu secara mandiri

Keuntungan IMD
  1. Mencegah bayi kedinginan
  2. Menstabilkan irama nafas, detang jantung bayi 
  3. Mempercepat keluarnya kolostrum
  4. Memberikan kekebalan terhadap penyakit
  5. Mengurangi resiko pendarahan ibu melahirkan

Kolostrum  
ASI yang keluar selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, yang berwarna kekuningan dan kental
Mengandung Zat Kekebalan, Vitamin A, faktor-faktor pertumbuhan dll. Koostrum berguna melindungi bayi terhadap infeksi dan alergi, mencegah bayi kuning, mencegah sakit mata.

Kolostrum Jangan dibuang


Cara menyusui yang benar
1. Posisi ibu yang nyaman
2. Posisi menyusui
  • Seluruh badan bayi tersangga dengan baik
  • Badan bayi menghadap dan dekat ke dada ibunya
3. Perlekatan menyusui :
  • Dagu bayi menempel pada payudara ibu
  • Mulut bayi terbuka lebar
  • Bibir bawah bayi membuka keluar
4. Bayi menghisap secara efektif
  • Bayi menghisap dalam, teratur diselingi istirahat
  • Hanya terdengar suara menelan

Sumber : Depkes RI

Kamis, 19 Juli 2012

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Tanda bayi baru lahir sehat :
  • Bayi lahir segera menangis
  • Bayi bergerak aktif
  • Warna kulit seluruh tubuh kemerahan
  • Bayi bisa menghisap Air Susu Ibu dengan kuat
  • Berat lahir 2,5 - 4 kg
selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi

Pemeriksaan kesehatan Bayi Baru Lahir :
  •  Pemeriksaan bayi baru lahir 3 kali, pada hari ke 1, hari ke 3 dan minggu kedua setelah lahir
  • Pemeriksaan bayi baru lahir bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin adanya kelainan pada bayi, atau bayi sakit. Resiko kematian bayi baru lahir terjadi pada 24 jam pertama kehidupannya
  • Setelah bayi lahir, perlu diberikan :
      1. Air susu ibu
      2. Salep mata antibiotik
      3. Suntikan vitamin K1 untuk mencegah pendarahan
      4. Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penularan  
          penyakit Hepatitis B 
Pemeriksaan segera bayi ke Dokter/bidan/perawat jika bayi malas menyusui, demam, kejang, bayi kuning, tali pusat kemerahan atau muncul tanda sakit lainnya.

Perawatan Tali Pusat :
  • Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Jangan membumbuhi apapun pada pangkal tali pusat
  • Perawatan tali pusat terbuka dan kering
  • Bila tali pusat kotor atau basah, cuci dengan air bersih dan sabun mandi dan keringkan dengan kain bersih
  • Bila tali pusat kemerahan, segera  periksa ke Dokter/bidan/perawat
Memandikan Bayi Baru Lahir:
  • Pada saat lahir, bayi tidak boleh segera dimandikan
  • Bayi dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir
  • Mandikan dengan air hangat, di ruang yang hangat
  • Mandikan dengan cepat : bersihkan muka,  leher dan ketiak dengan air dan sabun
  • Keringkan seluruh tubuh dengan cepat
  • Pakaikan baju, topi dan dibungkus dengan selimut
  • Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat
  • Jangan memandikan bayi jika demam atau pilek
Selalu Menjaga Kebersihan Bayi
Jika bayi kencing atau buang air besar bersihkan dengan air dan segera keringkan dan kenakan pakaian


Selalu menjaga kehangatan

Menindarkan Bayi :
  • Pasang kelambu pada saat bayi tidur siang atau malam
  • Tidurkan bayi secara telentang atau miring 
  • Bayi perlu banyak tidur dan hanya bangun kalau lapar
  • Jika bayi telah tidur selama 2 - 3 jam bangunkan bayi untuk disusui
Hal - hal yang perlu dihindari:
  • Hindarakan bayi dari asap dapur dan asap rokok
  • Hindarkan bayi dari orang sakit
  • Jangan membumbuhi ramuan atau apapun pada tali pusat
  • Jangan mengasuh bayi sebelum mencuci tangan dengan sabun
  • Jangan  mengobati sendiri jika bayi sakit


sumber : Depkes RI

Kamis, 03 Mei 2012

PWS KIA

PWS KIA (MONITORING LOCAL AREA MATERNAL AND CHILD HEALTH)

Dr. Suparyanto, M.Kes

PENGERTIAN PWS-KIA
  • Pemantauan Wilayah Setempat KIA (PWS-KIA) adalah alat manajemen program KIA untuk memantau cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah (Puskesmas/Kecamatan) secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat terhadap desa yang cakupan KIA-nya rendah

LATAR BELAKANG
  • AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi
  • Penyebab kematian persalinan: Perdarahan: 40 %, Infeksi: 30 %, Toksemia: 20 %
  • Untuk mengatasi masalah diatas, pelayanan KIA dituntut meningkat baik jangkauan maupun mutunya
  • Pelayanan KIA perlu dipantau terus menerus untuk mengetahui gambaran tentang kelompok mana dalam wilayah yang paling rawan
  • Dengan diketahuinya lokasi (desa) rawan kesehatan ibu dan anak, maka desa tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan masalahnya
  • Untuk memantau cakupan pelayanan KIA dikembangkan sistem PWS-KIA

TUJUAN UMUM
  • Meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan KIA diwilayah kerja Puskesmas, melalui pemantauan cakupan pelayanan KIA di tiap desa secara terus menerus.

TUJUAN KHUSUS
  1. Memantau cakupan pelayanan KIA secaraterus menerus untuk tiap desa
  2. Menilai kesenjangan antara target dan pencapaian sebenarnya untuk tiap desa
  3. Menentukan urutan desa prioritas yang akan ditangani berdasarkan besarnya kesenjangan
  4. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.
  5. Membangkitkan peran pamong setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi sumberdaya

PRINSIP PENGELOLAAN PROGRAM KIA
  1. Peningkatan pelayanan ANC disemua fasilitas yankes (mutu dan jangkauan)
  2. Peningkatan pertolongan Bulin oleh nakes profesional
  3. Peningkatan DDRT Bumil baik oleh nakes, kader maupun dukun bayi
  4. Peningkatan pelayanan neonatal (mutu dan jangkauan)

CONTINUUM OF CARE KESEHATAN IBU DAN ANAK

Konsep "kontinum perawatan" telah muncul sebagai paradigma baru untuk mengatasi kematian ibu, bayi dan anak dan sangat penting untuk memerangi kematian ibu, bayi, dan anak.
Dimensi pertama dari kontinum ini adalah waktu - dari sebelum hamil, melalui kehamilan, persalinan, dan hari-hari dan tahun kehidupan.
Dimensi kedua dari kontinum ini adalah tempat - menghubungkan berbagai tingkat fasilitas rumah, masyarakat, dan kesehatan.
Intervensi khusus, disampaikan pada frame waktu tertentu, memiliki manfaat ganda.
Menghubungkan intervensi dalam bentuk paket dapat mengurangi biaya dengan memungkinkan efisiensi yang lebih besar. Kontinum untuk kesehatan ibu, bayi, dan anak biasanya mengacu pada kesinambungan perawatan individu. Kesinambungan perawatan yang diperlukan di seluruh siklus hidup (masa remaja, kehamilan, melahirkan, periode postnatal, dan masa kanak-kanak) dan juga antara tempat-tempat pengasuhan (termasuk rumah tangga dan masyarakat, rawat jalan dan pelayanan penjangkauan, dan klinis perawatan pengaturan). 

MEMAHAMI MASALAH YANG TERJADI DI KIA

Konsep universal untuk memahami masalah yang terjadi di KIA

Dalam usaha memahami hambatan dan masalah yang terjadi di usaha penurunan kematian ibu dan anak ada tiga konsep universal yang dipergunakan: 
(1) pendekatan sistem kesehatan ; 
(2) Continuum of Care; dan 
(3) Konsep Berwick untuk mutu dan keselamatan ibu dan bayi. 
 Konsep-konsep yang dipergunakan menjadi dasar perspektif dalam menganalisis dan mencari solusi.

Sabtu, 23 April 2011

PROGRAM KEMITRAAN BIDAN DENGAN DUKUN PARAJI

Seiring dengan berputarnya waktu dan perkembangan teknologi, ilmu kesehatanpun semakin canggih termasuk dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin, dahulu kala persalinan sepenuhnya ditangani oleh dukun paraji dan sampai saat ini pun masih ada persalinan yang ditolong oleh dukun paraji oleh karenanya sulit ssekali untuk menekan angka persalinan yang  ditolong oleh dukun paraji mungkin ini dikarenakan sangat kuatnya sugesti masyarakat terhadap dukun paraji walaupun sebenarnya pengetahuan masyarakat sudah  mengerti akan keselamatan persalinan dan resiko akan persalinan yang akan terjadi.  Pemeritahpun sudah sangat jelas menugaskan para bidan dipelosok-pelosok desa yang terpencil yang pada dasarnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ini merupakan tantangan karena harus dapat merubah kebiasaan, adat istiadat dan mitos dari masyarakat tersebut.
Ternyata tak semudah seperti membalikan telapak tangan ini  memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa mengerti keinginan dari masyarakat tersebut, diperlukan pendekatan kepada dukun paraji dan ibu hamil sebagai sasaran karena tentunya mereka memiliki persepsi yang berbeda-beda, dan apa yang diinginkan dari ibu hamil dan dukun paraji tersebut, ternyata yang  sangat mendasar seperti :
1. dukun paraji murah tak pernah mebandrol tarip akan jasa pertolongannya
2. bila ditolong oleh bidan merasa tarifnya mahal dan takut akan tindakan bidan yang selalu memakai alat instrumen kebidanan
mungkin disinilah ternyata masih lemahnya pengetahuan dari masyarakat tentang penaganan persalinan yang sesuai dengan standar ilmu dan tekhnologi kebidanan saat ini,dengan adanya program kemitraan antara bidan dengan dukun paraji
Semoga saja dengan terus dan terus memberi penyuluhan pada masyarakat khususnya pada sasaran adalah para ibu hamil mengerti akan pentingnya persalinan ditolong oleh bidan dan atau tenaga kesehatan dan bersalinnya di tempat pasilitas kesehatan, karena untuk saat ini kita punya pedoman bahwa setiap ibu hamil adalah beresiko, sehingga perlu ditangani oleh bidan dan atau tenaga kesehatan bukan berarti tidak boleh oleh dukun paraji tetapi sesuai dengan standar ilmu saat ini tak cukup menolong persalinan tidak hanya berdasarkan pengalaman saja tetapi menolong persalianan harus juga berdasarkan ilmu dan kewenangannya sementara yang dipunyai dukun paraji hanya pengalaman saja.. sehingga dengan adanya kemitraan ini bidan bisa mewujudkan keberhasilan program. dan para ibu pun bisa terselamatkan dan para bayi pun juga terselamatkan.dan yang lebih penting dukun paraji merasa bidan bukan saingan tapi mitra secara lahir dan bhatin untuk menyelamatkan kaum ibu dan menylamatkan bayi yang sangat diharapkan sebagai penerus keturunan kehidupan.



Sumber : lita-caemmyblog.blogspot.com

Rabu, 30 Maret 2011

SOFTWARE PWSKIA KARTINI MEMPERMUDAH BIDAN TERHADAP SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KIA

Perkembangan teknologi tak dapat dibendung, hapir disegala bidang merambat memenuhi nadi-nadi  kegiatan  dan mau tidak mau kita semuah akan menghadapinya karena dengan perkembangan teknologi itu pula kita dapat memanfaatkannya untuk   mempermudah dan membantu pekerjaan kita. 
Begitu pula dengan perkembangan sistem pencatatan pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak karena kini sudah tersedia Software PWSKIA KARTINI terbaru atau versi 2 yang dapat terinstal dengan baik di OS Windows 7 dengan software ini dapat membantu petugas kesehatan dalam rangka menyusun sistem  pencatatan dan pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak di puskesmas terutama untuk bidan.
Oleh karena itu bidan-bidan di puskesmas terutama bidan desa alangkah baiknya mau meluangkan sedikit waktunya untuk belajar tentang teknologi terutama teknologi informatika yaitu komputer karena hal itu dapat mempermudah pekerjaanya dalam menyusun pelaporan dan pencatatan KIA nantinya.
Software PWSKIA KARINI kini sudah berkembang menjadi versi terbaru yaitu PWSKIA KARINI 2 dengan kemudahan penginstalannya karena hanya dengan sekali klik saja software dapat terinstal dengan baik dan juga dapat berjalan baik pada komputer dengan OS Windows 7. Software ini besarnya 172 MB hanya satu icon setup yang ada bila anda berminat silahkan unduh melalui link dibawah ini.

Selasa, 08 Maret 2011

PEMILIHAN BIDKOR BARU PUSKESMAS PEBAYURAN TA 2011

Pada tanggal 20 Februari 2011 yang lalu, baru pertama kalinya Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi melaksanakan pemilihan umum secara langsung Bidan Koordinasi (Bidkor) Puskesmas ini terjadi sehubungan dengan akan berakhirnya masa tugas Bidkor Puskesmas Pebayuran yaitu ibu Hj. Endang Sumarsini, SKM yang dikarenakan sudah memasuki masa menjelang pensiun.
Dalam pemilihan tersebut Kepala Puskesmas Pebayuran Bpk Agus Setiabudi sudah menentukan kandidat calon bidkor tersebut antara lain : Bd. Tetih, Bd. Sukarsih, Bd. Lilis dan Bd. Hj. Kastiah yang sebelumnya tidak diketahui oleh seluruh staf Puskesmas atas nama calon kandidat tersebut hal tersebut untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan dan secara mendadak pula pada hari itu juga dibentuk tim panitia kecil untuk melaksanakan proses pemilihan bidkor tersebut agar dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Pemilihan 4 orang kandidat tersebut diatas  didasari oleh beberapa hal diantaranya : tingkat golongan/pangkat, pengalaman kerja dan kemampuan kerja serta loyalitas kerja yang diharapkan nanti dapat meningkatkan lagi kinerja bidan di Puskesmas Pebayuran. dan panitia kecil yang dibentuk keanggotaanya terdiri dari Jaenudin sebagai ketua tim, Rudianto sebagai sekretaris, Asep Surya sebagai perlengkapan dan kuseri sebagai dokumentasi. diharapkan Panitia kecil ini  dapat melaksanakan proses pemilihan yang murni, jujur dan adil tanpa campur tangan pihak lain yang berkepentingan.
Acara dilaksanakan di Ruang Pertemuan lantai II Puskesmas Pebayuran yang dihadiri oleh seluruh staff Puskesmas Pebayuran terutama bidan-bidan Puskesmas. Dalam acara tersebut bidan yang memiliki suara ada 20 orang suara akan tetapi ada 1 suara yang absen karena ada sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan, Pemilihan berjalan tertib teratur diawali pembukaan oleh ketua panitia kemudian sambutan oleh Ka Pus dilanjutkan sambutan oleh bidkor dan kemudian langsung diadakan proses pemilihan nomor urut kandidat dan serta ajang promosi kandidat oleh calon-calon bidkor. Menduduki nomor satu bd. Sukarsih nomor 2 Bd. Kastiah, nomor 3 Bd Lilis dan nomor 4 bd. Tetih. Lalu dilanjutkan pemuliahan langsung bidkor itu dengan cara memanggil seorang-seorang untuk menuliskan pada secarik kertas nama bidkor yang akan dipilih pada ruangan tertutup.
Dan hasilnya adalah Bd. Sukarsih mendapatkan 9 suara, bd Kastiah 0 suara, bd. Lilis 4 suara dan bd. Tetih 6 suara. Total suara 20 orang dan 1 suara absen maka secara syah dinyatakan bahwa bd. Sukarsih sebagai Bidan Koordinator Puskesmas pebayuran selanjutnya menggantikan Hj. Endang Sumarsini, SKM. Kemudian acara disahkan oleh Ka. Pus dilanjut dengan serah terima jabatan bidkor di tutup Doa dan makan-makan.
Semoga dengan terpilihnya Bidkor baru dapat meningkatkan kinerja pelayanan puskesmas terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Amin...

Sabtu, 18 Desember 2010

POSYANDU PUSKESMAS PEBAYURAN



NODESAPOSYANDUALAMATSTATUS
1BantarsariDahlia IPulomalang RT. 11/07Pratama
  Dahlia IIPulokecil RT. 09/06Pratama
  Dahlia IIIBolang RT. 06/05Pratama
  Dahlia IVKuda-kuda RT. 04/04Pratama
  Dahlia VSelang RT. 03/03Pratama
  Dahlia VILeweung gede RT. 02/02Pratama
2BantarjayaAnggrek IKp. Pintu RT. 02/01Pratama
  Anggrek IIKp. Pintu RT. 03/01Madya
  Anggrek IIIKp. Pintu RT. 06/02Pratama
  Anggrek IVJujuluk RT. 09/03Pratama
  Anggrek VLeweung Gede RT. 011/04Pratama
  Anggrek VIPanderesan RT. 014/06Pratama
  Anggrek VIIKd. Lotong RT. 015/07Pratama
  Anggrek VIIIKd. Lotong RT. 018/07Pratama
  Anggrek IXKd. Lotong RT. 019/08Pratama
3KertasariMawar ITambun (Bp. Endang) RT. 06/01Pratama
  Mawar IIBakan Pasar (Bp. Kholid) RT. 09/01Pratama
  Mawar IIIBancong cuk (Bp.Jamin) RT. 01/01Pratama
  Mawar IVPebayuran (Bp. Yahya) RT. 05/02Pratama
  Mawar VPebayuran (Dsn Rawi) RT. 04/02Pratama
  Mawar VILapangan Basuki Rahmat RT. 01/03Madya
  Mawar VIISayuran RT. 06/03Pratama
  Mawar VIIITambun (Bp. Warta) RT. 03/01Pratama
4KertajayaSedap Malam IBalai Desa RT. 017/01Pratama
  Sedap Malam IITeko RT. 014/04Pratama
  Sedap Malam IIITeko RT. 09-10/03Pratama
  Sedap Malam IVTeko RT. 05-08/02Pratama
  Sedap Malam VTeko RT. 03-04/02Pratama
  Sedap Malam VITeko RT. 01-02/01Pratama
  Sedap Malam VIITeko RT. 011, 015, 016/03Pratama
5KaranghaurAmarilis ITeluk haur RT. 02/01Pratama
  Amarilis IITeluk haur RT. 03/01Pratama
  Amarilis IIITeluk haur RT. 04/02Madya
  Amarilis IVTeluk haur RT. 07/03Pratama
6KarangpatriSeroja IPengasinan RT. 017-018/03Pratama
  Seroja IILembang RT. 016/03Pratama
  Seroja IIICibulus RT. 012-014/02Pratama
  Seroja IVKenyam Rumbia RT. 08-09/02Pratama
  Seroja VBakung RT. 010-011/03Pratama
  Seroja VIPisangan RT. 05-07/01Pratama
  Seroja VIIPugur Rengas RT. 03-04/01Pratama
  Seroja VIIIKoba Pasir RT. 01-02/01Pratama
  Seroja IXBulak dalam Pulokecil RT. 014-015/03Pratama
7KarangrejaHebras IKobak Rante RT. 013-014/07Pratama
  Hebras IIBakung RT. 012/06Pratama
  Hebras IIIBakung RT. 08/05Pratama
  Hebras IVBakung RT. 07/05Pratama
  Hebras VRumbia RT. 04/03Pratama
  Hebras VIRumbia RT. 05/02Pratama
  Hebras VIIRumbia RT. 06/03Pratama
8KarangjayaCempaka IPulopipisan (Bp. Rahman) RT. 01/01Pratama
  Cempaka IIPulopipisan (Bp. Lurah) RT. 01/02Pratama
  Cempaka IIIPulopipisan Balai Desa RT. 02/02Pratama
  Cempaka IVKobak Rengas RT. 01/03Pratama
  Cempaka VKobak Rengas RT. 02/03Pratama
  Cempaka VIPulodroak (Bp. Bedah) RT. 01/04Pratama
  Cempaka VIIPulodroak (Bp. Ida) RT. 02/04Pratama
  Cempaka VIIITegal Panas (Bp. Timin) RT. 01/01Pratama

Selasa, 16 November 2010

PEMBINAAN POSYANDU DAN KBKES

Pada tanggal 12 November 2010 hari Jumat jam 01.00 wib yang lalu ibu wakil  Bupati Bekasi dan Tim berkunjung ke Desa Karanghaur Kecamatan Pebayuran untuk melaksanakan Pembinaan Langsung Posyandu dan KBKes. Pembinaan  tersebut dilakukan bertujuan memantau Kinerja Pelayanan Kesehatan Dasar di Desa atau Posyandu yang selama ini dilaksanakan oleh  Bidan desa dan kader Posyandu serta kinerja daripada UKBM di desa Karanghaur tersebut.
Dari Puskesmas Pebayuran Ibu wakil dan Tim disambut oleh Ka. PKM Pebayuran dalam hal ini di wakili oleh Bpk. H. Suriadinata, SKM, berhubung Kepala Puskesmas Pebayuran sedang mengikuti Rapat di Pemda. kemudian Ibu Hj. Endang S dan Bpk. Jaenudin.
Pebinaan tersebut dihadiri bukannya dari Bidan Desa Karanghaur ibu Dewi akan tetapi dihadiri oleh Bidan-bidan desa lain dari desa di Wilayah kerja Puskesmas Pebayuran. Pembinaan tersebut membahas tentang :
- Kinerja Bidan Desa
- Kinerja Pelayanan di Posyandu
- PHBS
- Cakupan Pelayanan KB
- Rumah sehat
- Dll
Ibu Wakil dan Tim dengan antusias memberikan pengarahan dan bimbingan kepada bidan Desa dan Para Kader Posyandu. Selain melihat sistem pencatatan dan pelaporan Posyandu, Mereka juga  meninjau rumah sehat yang berada di desa Karanghaur Kecamatan Pebayuran Kabuapten Bekasi tersebut.


Minggu, 31 Oktober 2010

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN PARAJI PUSKESMAS PEBAYURAN

Pada Tanggal 20 Oktober 2010 yang lalu Puskesmas Pebayuran menyelenggarakan Kemitraan bidan dan dukun paraji. Dihadiri oleh 20 orang dukun paraji perwakilan dari delapan desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayuran Bekasi. Jalannya pelaksanaan Kemitraan tersebut berjalan sesaui dengan agenda yang telah dijadwalkan, walau pada acara pembukaan acara tersebut tidak dihadiri oleh kepala Puskesmas Pebayuran Agus Setiabudi dikarena ada tugas luar kota akan tetapi  acara dibuka Oleh Plh Puskesmas Pebayuran H Supriadinata, SKM akan tetapi dapat berjalan dengan baik, lancar dan meriah..

Penyelenggara : Pusesmas Pebayuran
Pada Jam 10 wib sampai dengan selesai  
Hari Rabu tanggal 20 Oktober 2010
bertempat di Aula Gedung Baru Puskesmas Pebayuran Lt.2. Kec Pebayuran Kab. Bekasi
Materi yang diberikan : 
1. Tekhnik Dasar Tindakan Persalinan Normal
2. Kemitraan Bidan dan Dukun Paraji 
3. Praktek Pendampingan Persalinan Normal.
Acara dibawakan oleh Kasubag TU : Ny. Walyati
Sambutan Pembukaan Oleh Plh PKM Pebayuran H Supriadinata, SKM dan dilanjutkan penyampaian materi dari narasumber antara lain : 
1. Hj, Endang S
2. Jaenudin AmKep
3. Siti Naijah
4. Lilis R
5. Ropiah
6. Sukarsih
Kemudian acara ditutup dengan doa.






Minggu, 25 Juli 2010

PENGENALAN DAN SOSIALISASI SOFTWARE PPWSKIA KARTINI

Bidan di Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi saat ini sudah mulai berkenalan dengan teknologi terutama adalah Teknlogi Informatika. Karena mereka sudah dibekali aplikasi pengelola data KIA yaitu PPWSKIA, mungkin mereka sudah terbiasa mengunakan komputer tapi kali ini mereka belajar menggunakan apliaksi PPWSKIA Kartini untuk memberikan Pelaporan Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak  di Posyandu oleh karena itu bidan bukan hanya pandai memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak akan tetapi bidan juga diharapakan pawai memberikan informasi pelayanan kesehatan ibu dan anak memalui perangkat eletronika.
Pada tahuh ini seluruh bidan koordinator puskesmas se Kabupaten Bekasi sudah mendapatkan bintek pelaporan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan menggunakan Sofware PPWSKIA Kartini.
menggunakan barang berteknologi tinngi yaitu leptop.
Pengenalan dan Sosialisai Software PPWSKIA Kartini ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Pebayuran setelah jam dinas usai.
Inspirasi pengenalan dan Sosialisai tersebut di prakarsai Oleh Bidkor Puskesmas Pebayuran Ibu Endang Sumarsini yang didukung oleh bidan - bidan di Puskesmas Pebayuran Kecamatan Pebayuran.
 Pelaksanaan tersebut diawali dari penginstalan Software Kartini di masing - masing Leptop Bidan. Kemudian Bidan dilatih menginputan data desa masing - masing ke software tersebut. Dimulai dari data dasar Puskesmas terus sampai kepada data kunjungan KIA di desa masing - masing.
Memang masih banyak kesulitan yang dihadapi bidan terutama didalam penginputan data karena mereka belum terbiasa akan software Kartini tersebut dan juga keterbatasan waktu pelaksanaan.
Semoga di lain hari kami dapat membangun petugas kesehatan di Puskesmas Pebayuran terutama para bidannya dapat menggunakan teknologi Informasi dengan lebih baik lagi. Amin...(R)

Jumat, 02 Juli 2010

MODUL CARA INSTAL DAN UNSTAL PPWS KARTINI

Mengisntal PPWS KIA KARINI begitu sulit
banyak proses yang dilalui oleh karena itu dibawah ini
kami mencoba menyediakan cara mengisntal dan
Uninstal manual Aplikasi PPWS KARTINI.
Untuk lebih lengkapnya anda silahkan
Download modul yang kami sediakan.
Semoga dapat membantu... terimakasih

Download

Kamis, 24 Juni 2010

SOFTWARE PWS IMUNISASI

SOFTWARE PWS IMUNIASI

UPTD Puskesmas pada tahun 2010 mendapatkan software imunisasi yang baru, software imunisasi baru ini mendukung pemantauan wilayah sekitar (PWS) yang dapat melihat kinerja pelayanan imunisasi di Posyandu tiap bulannya. walaupun software ini berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon namun dapat digunakan oleh Puskesmas lain yang membutuhkan software ini karena software ini dapat diedit sesuai dengan data dasar imunisasi Puskesmas setempat.
Saat ini kami hanya menyediakan Software PWS Imunisasi untuk 6 dan 8 Desa saja.
Unduh Software PWS Imunisasi 6 Desa
Unduh Software PWS Imunisasi 8 Desa

Rabu, 16 Juni 2010

PWS KIA (KARTINI)

 PERKEMBANGAN DAN RENCANA PENGEMBANGAN SOFTWARE PWS KIA (KARTINI)
Sumber : Depkes RI   

Dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan anak di Indonesia, sistem pencatatan dan pelaporan merupakan komponen yang sangat penting. Selain sebagai alat untuk memantau kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, Bayi dan Balita, juga untuk menilai sejauh mana keberhasilan program tersebut dijalankan serta sebagai bahan untuk membuat perencanaan di tahun – tahun berikutnya.

Untuk membuat perencanaan yang baik, dibutuhkan data yang akurat dan lengkap. Keakuratan data diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan prioritas masalah. Sedangkan kelengkapan data sangat diperlukan untuk menyusun perencanaan yang komprehensif, yang dapat menjawab dan memecahkan akar permasalahan kesehatan di suatu wilayah.

Sebagian besar data KIA yang tersedia di lapangan adalah data cakupan pelayanan KIA yang dari segi keakuratan masih sangat lemah. Hal ini ditandai dengan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara data yang dikumpulkan melalui kegiatan PWS dengan data hasil survey yang dikumpulkan langsung dari masyarakat. Di samping itu, ketersediaan data spesifik mengenai kesakitan ibu dan bayi masih sangat kurang. Banyak wilayah tidak memiliki data tentang prevalensi anemia pada ibu hamil, KEK pada ibu hamil, malaria pada ibu hamil, gizi buruk dan data kesakitan lainnya, padahal jenis kesakitan tersebut memberikan kontribusi yang nyata untuk terjadinya kematian ibu dan Balita.